2014: Pemuda dan Pemilu
![]() |
| TOT tentang Demokrasi dan Pemilu di Sekret LPM Dinamika IAIN SU, 11/2013 |
Ahmad Hakiki
Tidak terasa, 2013 mencapai puncaknya. Kenangan indah dan wahana perjalanan sudah terbungkus menjadi memori. Yah, sudah kucatat semua apa yang kuperoleh di tahun ini dan yang akan digubah di tahun mendatang. Perjalanan 2013 benar-benar menantang. Tidak salahnya kalau hari ini kita putuskan harus jadi apa aku di 2014. Karena akan sangat menantang juga perjalanannya.
Tidak terasa, 2013 mencapai puncaknya. Kenangan indah dan wahana perjalanan sudah terbungkus menjadi memori. Yah, sudah kucatat semua apa yang kuperoleh di tahun ini dan yang akan digubah di tahun mendatang. Perjalanan 2013 benar-benar menantang. Tidak salahnya kalau hari ini kita putuskan harus jadi apa aku di 2014. Karena akan sangat menantang juga perjalanannya.
Mungkin beberapa orang
termasuk aku mengharuskan untuk beresolusi agar 2014 menjadi sebuah
data mengejar cita yang didambakan. Masing-masing orang sudah menetapkan
agenda di tanggal pengingatnya. Mau apa dan seperti apa nantinya.
Namun, lupakah kita kalau di 2014 juga tercatat bahwa ada sebuah agenda
yang bisa mengubah kehidupan kita? Kehidupan negeri ini? Kehidupan
dimana kita tak lagi tersangkut dengan kejahatan moral? Menyelamatkan
kita dari tangan busuk para petinggi? Dan mengharuskan kita untuk tidak
lagi berpangku tangan dengan para kapitalis yang menggerogoti tanah
surga ini?yah, 2014 adalah jawabannya. Jawaban untuk kita semua, bangsa
Indonesia.
Tahun pemilu akan segera
dimulai. Para penjanji sudah memulai bualannya di tahun 2013 dengan
melagakkan kehebatannya di tempat-tempat umum yang seharusnya
terpelihara dari kotoran pajangan gambar mereka. Bualan penuh janji
sudah termuntahkan hanya untuk mendapat posisi di 2014. Memang tidak
semua, tapi mindsetku sudah tak lagi percaya. Percuma
mendengarkannya. Aku sudah tertipu dengan bualan mereka di era
sebelumnya. negeri ini tak terpandang indah. Persoalan bangsa tak habis,
malah bertambah. 2013 menjadi saksi saat petinggi negeri mengingkari
sumpahnya. Mereka akhirnya tertidur santai di jeruji besi.
Banyak masyarakat geger karena petinggi tak menyelesaikan masalah yang
bertubi-tubi mengusik negeri ini. lihat saja periode awal masa
pemerintahan saat ini sampai sekarang. Sudah berapa petinggi yang
ketauan gelagatnya. Banyak sekali. Masyarakat lagi-lagi dibual dengan
janji para petinggi.
Di 2014, bualan janji
itu akan terulang lagi. Liat saja, dramatisir tayangan televisi dari
iklannya sudah menyuguhkan harapan-harapan indah. Wajar mereka sudah
duluan nimbrung di pertelivisian. Merekalah sang pemilik media. Bukan
hanya satu penjanji, tapi beberapa penjanji yang sudah mendeklarasikan
dirinya untuk menjadi nomor 1 di negeri ini dengan menyatakan janjinya
di televisi kepunyaan mereka. Tidak hanya di pertelevisian, mereka sudah
mendeklarasikan ketekadan mereka di baliho, spanduk, dan lainnya di
sekitaran negeri tergantung dimana mereka nantinya dipilih. Namun mereka
lagi-lagi sudah salah. Pohon yang seharusnya menjadi pemandangan indah
dan fasilitas umum, malah dirusak dengan gambar penuh bualan. Masyarakat
harus sadari itu. karena orang yang menempel gambar penuh janjinya di
pohon, berarti sudah melanggar etika hidup.
Di 2014 nanti, kita akan memilih wakil rakyat baik di provinsi,
kota/kabupaten, pusat, dan endingnya kita akan memilih siapa yang pantas
menjadi orang nomor 1 di negeri kita. Jauh hari sebelumnya, aku sudah
mencatat apa yang aku lakukan di pesta demokrasi yang akan
diselenggarakan perhelatannya di 2014. Namun sampai sekarang, aku belum
tau siapa yang pantas dan yang aku percaya membawa amanah kita untuk
menjadikan negara yang sejahtera. Tentu kita tidak bisa begitu saja diam
dan apatis dengan perhelatan akbar ini. apalagi aku sebagai pemuda.
Harus bisa memperjuangkan bangsa ini menuju arah yang benar. Yah, walau
kita sekarang hanya bisa menjadi pengawas, pemerhati, dan pensupport
para kaum tua calon pemimpin bangsa kita.
2014 bisa dikatakan menjadi ajang tarung para kaum tua dengan
kelompok-kelompok yang didesain memenangkan pertandingan. Apa saja bisa
terjadi. Apa saja bisa dibuat. Apa saja bisa dilontarkan agar mereka
memenangkan pertandingan pesta demokrasi ini. Contoh kasus sebelumnya di
era sebelumnya. suara kita dibeli dengan sembako, bantuan, janji palsu
oleh mereka yang menginginkan kursi empuk. Lagi-lagi kita tertipu.
Mereka kemudian lama-kelamaan melupakan janjinya kepada kita. Karena
pasti mereka lebih mementingkan kepentingannya daripada kepentingan
kita. Untuk itu, 2014 kita jadikan sebagai tahapan peduli kita agar
tidak terjadi janji dan bualan palsu para calon yang ingin merasakan
kursi empuk. Sudah saatnya kita para pemuda yang mengawasi pergerakan
mereka. Pertanyaannya, mengapa harus aku dan pemuda lain?
Kita masih muda kawan, menurut data, pemilih muda untuk 2014 mencapai
25 juta orang. Bayangkan jika sebuah partai mendapat suara hanya dari
pemilih muda? Sudah tentu jatah kursi sudah ditangan. Namun, yang
ditakutkan bahwa pemuda akan tidak ikut berpartisipasi atau golput.
Karena pemuda tidak lagi percaya dengan partai karena janji-janjinya
dulu ditambah kebobrokan mereka sehingga banyak dari anggota mereka yang
tertangkap karena kasus korupsi. Namun, kali ini kita harus beraksi
kawan. para petinggi sudah tentu tau tentang kita para pemuda. dan kali
ini kitalah yang harus menegaskan janji mereka nanti agar direalisasikan
atau jika tidak akan ada sanksinya.
Sudah
saatnya di 2014 kita harus menjadi garda terdepan untuk peduli dengan
negara dan siapa yang pantas menjadi penyelamat bangsa kita nanti. Apa
yang harus kita lakukan?tidak lain adalah menyongsong 2014, dengan
berpartisipasi aktif sebagai pemilih di pemilu 2014. Mulai sekarang kita
proklamirkan kekuatan kita untuk bangsa ini. Agar para calon yang ingin
duduk nanti getar getir dengan semangat juang kita. Agar para calon itu
lebih serius menyelamatkan pondasi negeri ini. kita pilih mereka yang
mau memajukan bangsa. Dengan tidak memilih orang yang mengumbar janji.
Resolusi kita adalah menggetarkan mereka agar mereka tidak memberi janji
palsu lagi. Dengan mengawasi kinerja mereka dan berani menjamin ucapan
janji mereka. Atau kita adakan revolusi besar-besaran demi
menyelamatkan bangsa ini. 2014 adalah cerita kita semua untuk negeri
ini. itu resolusiku untuk kita, bagaimana dengan anda?



Komentar
Posting Komentar