Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Sanubari Kalam Bumi

Ahmad Hakiki Ada satu masa dikala sebuah negeri dihantam bala Alam Nampak murka timbulkan malapetaka Peringatan fenomena tertanda dan Nampak dimana-mana Kalam ilahiah terbukti ingatkan kita, para pecinta dunia Sampai disini, apa yang harus diperbuat? bermunajat saja tak mampu jadi penguat Buktinya, banyak berdoa, banyak juga yang mengumbar syahwat Sudah pasti, kita ini bisa dikatakan dilaknat Mengapa ini bisa terjadi? Padahal kita sibuk cocok sana cocok sini Meributi sosok orang yang akan memimpin negeri ini Padahal jika dikaji, calon pemimpin kita ini Kulit rupa asli anak negeri Cara beribadahnya juga sama memuja ilahi Lalu, kenapa ribut-ribut tak terkendali? Alam murka, bencana menerpa, ributmu seperti sunyi? Wahai kita, yang terus luput acuh tak berdaya Sepuasnya menabur kebencian, melupakan suasana seperti apa Tujuan kita sebenarnya mulia, namun entah kenapa cara kita yang sering salah Menafsirkan keindahan, mensiasati kegelisah...

Postingan Terbaru

Menuju Indonesia Maju; Potensi Kaum Muda Berkiprah

Menteri PUPR dan LHK Berikan Materi Perihal Sungai di Kongres Sungai Indonesia II

SINABUNG MASIH INDONESIA, BUNG! (MENIKMATI AKTIVITAS APEPEBE DI ZONA MERAH SINABUNG)

Aku, Jurnalis, dan Old Trafford

KAMPUNG AUR, SAHABAT SUNGAI DELI! : Kolaborasi Kalimat Para Wisatawan Piknik Heritage ke-6

Pemerintah, Kriminal, dan Film The Purge

Sedikit Resensi dan Secuil Diskusi Buku Terakhir Amrozi

Sungai Deli itu Sungai Bos, Bukan Tempat Sampah

Garuda 19, Film Spesial buat Indra Safri dan Anak Asuhnya di Myanmar

Haji Backpacker: Perjuangan Menjemput Maaf