AKHIRNYA JOKOWI NYAPRES
Ahmad Hakiki
Setelah menyangkal
dari isu pencalonannya sebagai presiden, akhirnya Joko Widodo diresmikan partai
pengusungnya, PDI-Perjuangan untuk maju sebagai calon presiden tahun ini. ini
dibenarkan Jokowi, Jumat(14/3) di Rumah Pitung Jakarta Utara. Pencalonan Jokowi
berdasarkan keputusan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarno Putri.
Setelah beberapa
bulan lamanya, survei pencalonan presiden memakzulkan Jokowi di rating teratas.
Tidak hanya satu survei, beberapa survei yang memenangkan mantan walikota Solo
itu. Tapi tetap saja Jokowi menampik dan tidak menjawab apa-apa terkait
kemenangannya di segala survei. Ia mengatakan bahwa ia hanya fokus saja
mengurus Jakarta. Masih banyak PR yang harus diselesaikannya seperti banjir,
macet, dan lain sebagainya. Itu butuh ekstra keras mengerjakannya ditambah
masalah birokrasi dan internal yang makin semrawut. Jokowi lebih memilih
mangkir menjawab semua ulasan survei dan pertanyaan awak wartawan.
Namun,
pertanyaan yang sangat besar sekali, apa yang menyebabkan dia akhirnya
memutuskan untuk mengikuti instruksi pimpinan besar di Partai Banteng Merah
tersebut? setelah ‘deklarasinya’, banyak kabar miring yang tertuju padanya
terkait pencalonan ini. Banyak juga yang akhirnya terharu dan harapan selama
ini terwujudkan untuk menjadikan Jokowi menjadi RI 1. Bisa kita lihat dari pemberitaan
media online seperti kompas.com. komentar yang dilontarkan dari pemberitaan
pencalonan presiden Jokowi mendapat sambutan hangat dan kebahagiaan seakan ada
oase segar yang sebentar lagi menghujani padang pasir yang lama kering di
belantara nusantara. Ramai mereka mendoakan dan siap mendukung Jokowi demi
kemakmuran dan harapan bangsa yang ingin menjadi negara yang baik. Namun,
banyak pula yang tidak setuju bahkan menghujaninya dengan pelecehan dan ejekan
sesumbar seakan meremehkan beliau yang dianggap belum mampu. Contohnya saja
seperti Ruhut Sitompul dan Ridwan Saidi, seorang tokoh budaya Betawi yang sinis
akan pencalonan ini.
Lontaran yang
dikatakannya di kompas.com dengan judul “Kalau Khianati warga, Itu Sudah Bawaan
Jokowi”. Sedangkan pernyataan Ruhut di kompas.com dengan judul “Jokowi Nyapres,
Emang Gua Pikirin”. Ridwan Saidi mengatakan bahwa Jokowi sudah tidak mau
menjadi gubernur karena sudah bosan dengan polemik ibukota. Menurutnya, Jokowi
terlihat sulit untuk mengerjakan seluruh permasalahan Jakarta. Sampai-sampai ia
mengatakan bahwa tak lama lagi Jokowi akan diperiksa KPK terkait pengadaan bus
Transjakarta yang rusak.
Lain lagi
dengan Ruhut Sitompul. Tokoh satu ini memang sangat sinis dari dulu dengan wong
solo satu ini. Entah apa yang menyebabkan Ruhut sampai sebegitunya. Namun,
lagi-lagi, seluruh celotehnya dan kritikannya tak membuat para pembaca ikut
menyalahkan Jokowi. Justru sebaliknya, para komentar di kompas.com membela
Jokowi dan menganggap Ruhut saja belum bisa melakukan apa-apa untuk rakyat.
Lain lagi
dengan Amien Rais, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN)
mengatakan bahwa banyak orang mengatakan Jokowi hebat, namun tidak dengan
mantan ketua MPR tersebut. menurutnya, Jokowi adalah orang yang besar dari
media. Ia menambahkan bahwa semakin lama dia akan semakin surut.
Dari beberapa
kritikan, ada juga tokoh yang menyambut baik pencalonan Jokowi menjadi presiden.
Anis Matta, Presiden PKS sekaligus salah satu bakal calon dari PKS berharap
pencalonan Jokowi meningkatkan kualitas pesta demokrasi dan gaungnya tak kalah
dengan Piala Dunia yang juga digelar tahun ini. dia juga berterimakasih kepada
Megawati karena telah memberikan pelajaran demokrasi dan politik yang baik dengan
keputusannya menjadikan Jokowi sebagai Calon Presiden.
Begitu juga
dengan Hatta Radjasa. Ketua Umum Partai Amanat Nasional menyambut baik
keputusan pencalonan presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Dia
mengatakan tidak gentar dengan Jokowi dalam pemilihan presiden dan bahkan PAN
sudah mempunyai strategi khusus memenangkan pemilu tahun ini.
Jelaslah bahwa
perjalanan Jokowi sampai saat ini masih menjadi sebuah cerita yang teramat
manis. Betapa tidak, sosoknya yang menjadi inspirasi dan bahkan sebagai
pemimpin yang sudah diakui kehebatannya. Walau keputusannya menjadi calon
presiden disaat dia baru menjabat sebagai gubernur 2 tahun silam, dianggap
terlalu dini karena problematika ibukota yang belum tuntas. Pemikiran penulis,
bahwa pasti ada niat dari semua orang mengapa memilih ingin menjadi orang nomor
satu. Padahal banyaknya tekanan dan rintangan menjalakannya. Namun, Jokowi
sudah memanas kita karena melihat kelakuannya. Jokowi, pasti mempunyai jejak
yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. semakin memimpin kekuasaan tertinggi,
maka semakin baik pula harapan yang akan ditawarkan Jokowi kepada rakyatnya.



Setuju bung! Bangsa Indonesia sudah rindu dengan Pemimpin yang bijaksana dan Amanah. Bukan begitu bung?
BalasHapusMudah2an bung,,ehehehe
BalasHapus