Uni Eropa adakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemuda dalam Demokrasi di UMSU

Medan - Haqique (13/3/14). Yayasan Kippas yang didanai oleh Uni Eropa kembali mengadakan Pelatihan peningkatan dan penguatan kapasitas pemuda dalam pendidikan demokrasi (TOT). Kali ini pelatihan diadakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara tepatnya di Laboratorium FISIP UMSU(13/3). Peserta kali ini berasal dari Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (KS) berjumlah 22 orang.

Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Rudianto S.Sos, MSi. Beliau mengatakan bahwasanya FISIP sudah terlibat dalam penguatan demokrasi. Dengan bekerjasama degan KPU dan Bawaslu tentang mengapa kita harus memilih dan menciptakan pemilu yang berkualitas. Beliau juga mengatakan bawa ruh kita adalah ruh pemikir yang harus bertanggungjawab atas kestabilan demokrasi.  “Pelatihan ini harus dijadikan kesempatan mengembangkan diri dan bisa menjaga demokrasi yang bisa diharapkan di masa depan. Kami nantinya akan menjadi penonton bagi mahasiswa sekarang yang akan menjalankan demokrasi di Indonesia.” Lanjutnya.


Acara ini juga dihadiri Program Manager Acted, Maman Natawijaya. Acara yang diselenggarakan Yayasan Kippas dan didanai oleh Uni Eropa adalah satu acara yang sangat baik. Pemilihan umum akhir ini menjadi tren yang sedang naik di nusantara.  Beliau memaparkan bahwa mahasiswa di UMSU mengalami kemajuan yang luar. Beliau menganjurkan mahasiswa untuk beraktifitas lebih banyak di lembaga sosial agar mahasiswa bisa menambah kapasitasnya dan bisa melihat dunia luar secara langsung dan nantinya dapat hasil yang positif agar teman-teman tau profesi apa nantinya yang dipilih. “Mudah-mudahan bisa membawa perubahan di FISIP UMSU. Jika ribuan atau jutaan mahasiswa yang mengikuti, mungkin Indonesia bisa lebih baik lagi.” Tambahnya.


Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB berjalan dengan kondusif sampai saat ini. Mahasiswa antusias mengikutinya. Fasilitator, Nurhamidah dan Pudji Ningtias mengajak dan memberi pemaparan tentang demokrasi di Indonesia dan bagaimana sejarah pemilihan umum di Indonesia. Fasilitator berharap acara ini dapat menjadi motivasi peserta untuk peduli dan membuka mata peduli dengan demokrasi di Indonesia melalui pemilu.

Reporter: Ahmad Hakiki

Komentar

Postingan Populer