Mencoba Mencari Celah

 Satu anak melayu putus kasih hilang harapan. Hati nampak layu dan gugur. Cintanya kini tak berjulang lagi…habis dimakan emosi…
Inikah akhir cintaku padanya, tidak ada secerca harapan dari setitik sinar kasih sayang dalam hatinya buat memaafkan hamba yang hina ini. Yang bertekuk lutut mencintainya. Apa yang terjadi padaku. Bintik-bintik hitam mulai menutupi hatinya. Sinarku mencoba mencari celah. Agar ada harapan itu. Mencintainya adalah penyemangat hidup. Menyayanginya adalah kebahagiaan. Dia ada disamping setiap waktu adalah kebanggaan. Apa yang harus aku lakukan. Duduk diam membisu melongok. Hati kacau. Pikiranpun Saling tabrak menabrak. Kegagalan menyelimutiku. Setelah sekian bulan bersamanya. Sayang sekali putus sudah kasih yang mesra. Bukan aku yang meminta. tapi aku yang menggila.
Tak sadar akan indahnya surga dunia. Tak bersyukur dengan penyemangat. Tapi, apa buktinya. Yang kutahu, aku sayang padanya. Bertubi-tubi sayang. Lebih dari dia menyayangiku. penyemangatku kini hilang. Menyusul ibuku yang kucintai di negeri seberang sana. Tak ada lagi wanita yang mendamaikan hatiku kini. Apa yang harus aku lakukan. Apa jadinya bila aku hidup tanpa semangat dari wanita yang kucintai. Balas dendamku pun kini pudar. Semangat buat menyongsong masa depan kini hilang. Ingin saja aku pergi kelautan. Hidup dan berkembang disana seperti cita-cita dahulu. Tapi bukan aku, bukan aku jika tidak ada celah. Aku bisa hadir ditempat duduk mahal ini walau terpenjara kemiskinan. Aku bisa hidup sampai 22 tahun walau banyak kegonjangan realita. Tapi bagaimana. Itu yang sedang kupikirkan. Penyemangatku saja sudah lari meninggalkanku. Bagaimana aku bisa menggapai citaku. Bagaimana?aku harus apa.

Satu anak melayu putus kasih hilang harapan. Namun aku tau, bahwa dia disana tak mempunyai hati sekeras batu gua. Pasti ada celah untuk membuatnya menerima sang pelemah dan kembali kepangkuannya. Dan takkan mengurangi militansiku untuk berjuang menggapai cita yang sudah dibebani oleh ibuku agar dapat mewujudkannya. Dia adalah wanita. Pemilik hati yang lembut. Bak kapas putih terbang indah di pematang sana. Berharap terbang dan menempel di hatiku lagi. Keringatku untuk kekasihku.

Ahmad Hakiki

Komentar

Postingan Populer