Catatan APePeBe: Program Makanan Tambahan, Penambah Gizi Para Pengungsi

1392048307624307788
Beny, Relawan APePeBe memotong kelapa untuk memasak bubur
Untuk memasok gizi tambahan para pengungsi, Tim APePeBe (Aliansi Pemuda Peduli Bencana) membuat program makanan tambahan seperti membuat bubur kacang hijau dan agar-agar kepada para pengungsi bencana erupsi Gunung Sinabung di Posko pengungsi Lapangan Futsal Champion Artha di Desa Sumbul, Kabanjahe. Setelah hampir 5 bulan mereka mengungsi,sangat jarang mengkonsumsi makanan tambahan yang menambah stamina selain dari susu. Namun, kali ini mereka (pengungsi) sangat bahagia sekali dan merasa terharu ketika Tim ApePeBe membuat program makanan tambahan.
Program makanan tambahan dilakukan selama dua hari, yakni hari sabtu dan hari minggu tanggal 8 sampai 9 Februari 2013. Pada hari sabtu, tim bersama para pengungsi yang kebetulan di hari itu mendapat jadwal piket memasak turut membantu membuat bubur kacang hijau untuk para pengungsi. Kali ini tim menyediakan 25kg bubur kacang hijau untuk makanan tambahan hari pertama.
Bahan-bahan lain yang mendukung juga sudah dipersiapkan seperti kelapa, gula merah,dll. Kegiatan yang dikerjakan disiang hari ini baru dimasak di sore hari setelah makanan pokok para pengungsi disiapkan. Sekitar pukul 21.00 WIB barulah pengungsi menyantap makanan tambahan bubur kacang hijau setelah pengungsi menonton film kartun yang ditayangkan BNPB. Dengan lahapnya para pengungsi menyantap bubur tersebut. salah seorang pengungsi yang biasa kami sebut Mami dan Nini Karo mengatakan bahwa sudah lama sekali mereka tidak mendapat asupan gizi yang baik. “baik sekali kalian nak, sudah lama kami tidak makan ini”. ungkapnya.
Di hari kedua, rencana yang diproyeksikan adalah membuat agar-agar. Agar-agar yang direncanakan pagi hari harus tertunda dikarenakan dapur masih dipakai tim logistik dan tim dapur. Posko media center kewalahan sehingga meminta bantuan kepada posko lain. Sekitar pukul 13.30 barulah tim bisa memasak agar-agar. Sekitar 400 gelas kecil agar-agar dibuat dan dibagikan. Untuk menambah rasa dan gizi, tim menyediakan susu cair kepada pengungsi.

Hanya satu yang terlupakan, yakni memasak telur rebus. Telur rebus gagal dimasak karena ada beberapa alasan sehingga lupa membuat telur rebus. Diantaranya adalah fokus tim tertuju pada kacang hijau. Kemudian kuantitas tim yang memang sedikit sehingga mendapatkan kerja ganda selain memasak juga sebagai relawan.
Dorce dan Dewi Perssik hibur para Pengungsi
Tim pertama yang diwakili oleh Iwan dan Dani berangkat pada hari kamis, 6 Februari 2014. Disusul tim kedua hari jumat pukul 10.00 WIB yang diwakili Lugas dan Rizky. Tim pertama bertugas untuk mengkondisikan tempat dan memberitahukan kepada panitia posko tentang program makanan tambahan dan kemudian mensosialisasikannya. Tim kedua bertugas untuk mendokumentasikan kegiatan dan aktifitas yang terjadi. Kebetulan pada hari jumat, Dorce Gamalama, Dewi Perssik, dan Amel datang ke posko lapangan futsal untuk menghibur para pengungsi, tim ditugaskan juga meliput dan mendokumentasikannya.
Para artis bernyanyi dan menari mengibur pengungsi. Para pengungsipun kelihatan sangat bergembira mengikuti gelak tawa dan gerakan tarian mereka. Anak-anak ikut bergoyang kegirangan mengikuti gaya Dewi Perssik. Kemudian Dewi Perssik dkk memberikan sumbangan berupa uang sebesar Rp.10.000.000,-. Mudah-mudahan saja uang tersebut berguna bagi kenyamanan mereka.
Di hari sabtunya, tim kemudian meluncur ke desa Payung untuk mengambil aktifitas terbaru gunung Sinabung. Tampak gunung masih mengeluarkan awan panas berkali-kali. Erupsi kembali tampak dan langsung diabadikan oleh tim dokumentasi APePeBe.
Kebahagiaan disela hati gundah di Posko Pengungsian

Ada yang berbeda ketika tim berada disana. Sabtu malam, 2 orang anak pengungsi berulangtahun. Pukul 22.30 WIB acara diselenggarakan. Acara dilakukan di luar posko tepatnya di tenda kesehatan agar tidak mengganggu pengungsi yang sudah beristirahat. Lagu-lagu ulangtahun berdendang seraya memeriahkan acara ini. “Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga”. Tetesan air mata keluar dari orang tua. Acara ulang tahun tersebut dimeriahkan beberapa pengungsi dan anak-anak. Mereka berlarian saling mengejar sambil menyolek kue tar kepada kawan yang lain begitu juga Tim APePeBe yang terkena kue tar tepat diwajah mereka.

Komentar

Postingan Populer