Catatan APePeBe: Program Makanan Tambahan, Penambah Gizi Para Pengungsi
| Beny, Relawan APePeBe memotong kelapa untuk memasak bubur |
Untuk
memasok gizi tambahan para pengungsi, Tim APePeBe (Aliansi Pemuda
Peduli Bencana) membuat program makanan tambahan seperti membuat bubur
kacang hijau dan agar-agar kepada para pengungsi bencana erupsi Gunung
Sinabung di Posko pengungsi Lapangan Futsal Champion Artha di Desa
Sumbul, Kabanjahe. Setelah hampir 5 bulan mereka mengungsi,sangat jarang
mengkonsumsi makanan tambahan yang menambah stamina selain dari susu.
Namun, kali ini mereka (pengungsi) sangat bahagia sekali dan merasa
terharu ketika Tim ApePeBe membuat program makanan tambahan.
Program
makanan tambahan dilakukan selama dua hari, yakni hari sabtu dan hari
minggu tanggal 8 sampai 9 Februari 2013. Pada hari sabtu, tim bersama
para pengungsi yang kebetulan di hari itu mendapat jadwal piket memasak
turut membantu membuat bubur kacang hijau untuk para pengungsi. Kali ini
tim menyediakan 25kg bubur kacang hijau untuk makanan tambahan hari
pertama.
Bahan-bahan lain yang mendukung juga sudah dipersiapkan seperti
kelapa, gula merah,dll. Kegiatan yang dikerjakan disiang hari ini baru
dimasak di sore hari setelah makanan pokok para pengungsi disiapkan.
Sekitar pukul 21.00 WIB barulah pengungsi menyantap makanan tambahan
bubur kacang hijau setelah pengungsi menonton film kartun yang
ditayangkan BNPB. Dengan lahapnya para pengungsi menyantap bubur
tersebut. salah seorang pengungsi yang biasa kami sebut Mami dan Nini
Karo mengatakan bahwa sudah lama sekali mereka tidak mendapat asupan
gizi yang baik. “baik sekali kalian nak, sudah lama kami tidak makan ini”. ungkapnya.
Di
hari kedua, rencana yang diproyeksikan adalah membuat agar-agar.
Agar-agar yang direncanakan pagi hari harus tertunda dikarenakan dapur
masih dipakai tim logistik dan tim dapur. Posko media center kewalahan
sehingga meminta bantuan kepada posko lain. Sekitar pukul 13.30 barulah
tim bisa memasak agar-agar. Sekitar 400 gelas kecil agar-agar dibuat dan
dibagikan. Untuk menambah rasa dan gizi, tim menyediakan susu cair
kepada pengungsi.
Hanya
satu yang terlupakan, yakni memasak telur rebus. Telur rebus gagal
dimasak karena ada beberapa alasan sehingga lupa membuat telur rebus.
Diantaranya adalah fokus tim tertuju pada kacang hijau. Kemudian
kuantitas tim yang memang sedikit sehingga mendapatkan kerja ganda
selain memasak juga sebagai relawan.
Dorce dan Dewi Perssik hibur para Pengungsi
Tim
pertama yang diwakili oleh Iwan dan Dani berangkat pada hari kamis, 6
Februari 2014. Disusul tim kedua hari jumat pukul 10.00 WIB yang
diwakili Lugas dan Rizky. Tim pertama bertugas untuk mengkondisikan
tempat dan memberitahukan kepada panitia posko tentang program makanan
tambahan dan kemudian mensosialisasikannya. Tim kedua bertugas untuk
mendokumentasikan kegiatan dan aktifitas yang terjadi. Kebetulan pada
hari jumat, Dorce Gamalama, Dewi Perssik, dan Amel datang ke posko
lapangan futsal untuk menghibur para pengungsi, tim ditugaskan juga
meliput dan mendokumentasikannya.
Para
artis bernyanyi dan menari mengibur pengungsi. Para pengungsipun
kelihatan sangat bergembira mengikuti gelak tawa dan gerakan tarian
mereka. Anak-anak ikut bergoyang kegirangan mengikuti gaya Dewi Perssik.
Kemudian Dewi Perssik dkk memberikan sumbangan berupa uang sebesar
Rp.10.000.000,-. Mudah-mudahan saja uang tersebut berguna bagi
kenyamanan mereka.
Di
hari sabtunya, tim kemudian meluncur ke desa Payung untuk mengambil
aktifitas terbaru gunung Sinabung. Tampak gunung masih mengeluarkan awan
panas berkali-kali. Erupsi kembali tampak dan langsung diabadikan oleh
tim dokumentasi APePeBe.
Kebahagiaan disela hati gundah di Posko Pengungsian
Ada
yang berbeda ketika tim berada disana. Sabtu malam, 2 orang anak
pengungsi berulangtahun. Pukul 22.30 WIB acara diselenggarakan. Acara
dilakukan di luar posko tepatnya di tenda kesehatan agar tidak
mengganggu pengungsi yang sudah beristirahat. Lagu-lagu ulangtahun
berdendang seraya memeriahkan acara ini. “Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga”. Tetesan
air mata keluar dari orang tua. Acara ulang tahun tersebut dimeriahkan
beberapa pengungsi dan anak-anak. Mereka berlarian saling mengejar
sambil menyolek kue tar kepada kawan yang lain begitu juga Tim APePeBe
yang terkena kue tar tepat diwajah mereka.


Komentar
Posting Komentar