Hikayat Anak Ingusan

Satu lagi anak ingusan kumal itu menangis di sudut jalan raya yang penuh dengan gemerlap lampu-lampu ora ng-orang kaya itu...
Pedih rasa mereka sebenarnya,,malu sudah hilang terkubur lapar,,lingkaran itu menjerat-jerat keringatku...
Bernyanyi...menari,,,berlari,,belajar..itu seharusnya yang dilakukan...tapi apa yang diinginkan satuan negara ini...,,mau lihat negara tanpa masa depan??mengambang....
Tangisan anak ditanahku ini menjadi tanda tanya besar...apa yang harus aku lakukan untuk negaraku...dan apa yang dilakukan negaraku untukku...
Anak adalah aset bangsa....harus dijaga semestinya...bukan disengsarakan kenikmatan statusnya....
Anak adalah doa yang makbul buat ibunya....jangan jadikan dia sosok kriminal jagoan tepi jalan..
Di penduduk yang berjuta ini,seharusnya timbul dan tercipta anak yang cerdas,..bukan jagal pasar malam..
Anak cerdas sirna di tengah tontonan “bodoh” berisi jajanan oplosan orang-orang yang bodoh juga...itu ada di televisi...

Tidak ada ilmu biologi,statistik,geografi,bahkan sejarah bangsa sendiri ....ditutupin adegan kesenjangan sosial...
Yang ada ajaran bermewah-mewahan..hidup iri-irian,kebanyakan antagonis, dan permusuhan si kaya dan si miskin,..si kaya selalu menang..si miskin selalu sumbang...
Episode ini...menyuruh menengok...kondisi yang prihatin parah krusial,,tetangga sebelah menjadikan anak sejuta karya...negeri indah kita menjadikan anak merogoh berjuta sampah...secuil pangan..tuai tuai kebobrokan muncul.
Apa itu anak?persepsi berbeda dengan tingkatan berbeda dan argumen berbeda. Negara terdiam dengan pasalnya..,,katanya,,rakyat bersabar
Solusinya?berjalan menyebrangi sungai menuju kelas tercinta?belum berubah...tetap itu kondisinya...belum ada solusinya...itu katanya...
Anak penuh huru-hara?sabotase saja..kumpulan-kumpulan penghancur bangsa berkeliaran. Dibiarkan..sebaiknya dihapuskan dan dididik...itu solusinya..benar-benar butuh solusi..
Pemerintah?berharap pun susah...intinya,,ilmu..terapkan dari sekecil itu..anak ingusan kumal itu perlu ilmu...berilah...ayo...!!!

Ahmad Hakiki
Untuk anak di Hari Anak Nasional...

Komentar

Postingan Populer